Industri & Bisnis

Analisis Teknis Tragedi Drag Race Kotamobagu: Standar Keselamatan Dipertanyakan

Tragedi Drag Race Kotamobagu memicu pertanyaan tentang standar keselamatan sirkuit non-permanen. Ini analisis teknisnya.

M

Maya Pertiwi

Wartawan / Kontributor Senior

11 Agustus 20263 min baca
Analisis Teknis Tragedi Drag Race Kotamobagu: Standar Keselamatan Dipertanyakan

Kronologi Kecelakaan Maut di Sirkuit Non-Permanen

Kotamobagu, Sulawesi Utara – Duka mendalam menyelimuti ajang Drag Race Championship 2026 yang digelar di sirkuit non-permanen Jalan AP Mokoginta, Kelurahan Upai, Kecamatan Kotamobagu Utara, Minggu (9/8/2026). Sebuah kecelakaan tragis terjadi sekitar pukul 15.50 Wita ketika mobil peserta oleng dan menghantam kerumunan penonton di belakang pagar pembatas. Akibatnya, 8 orang tewas dan 9 lainnya luka-luka.

Menurut Plt Kasi Humas Polres Kotamobagu, AKP Joko Setiyono, insiden bermula saat pembalap Tian Ngantung dari tim Mc Joe melaju dengan kecepatan tinggi pada kategori Free For All (FFA). Saat mendekati garis finis, mobil mengalami masalah teknis (trouble) yang menyebabkan kendaraan oleng ke sisi kiri lintasan dan menabrak pagar pembatas, lalu menghantam penonton yang berada di belakangnya.

“Saat Tian Ngantung memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi, mobil mengalami trouble ketika memasuki titik finish sirkuit,” ujar Joko dalam keterangan resminya, Senin (10/8).

Evakuasi dan Penanganan Korban

Tim medis, panitia, dan aparat kepolisian yang bertugas segera mengevakuasi korban ke Rumah Sakit Monompia dan RSUD Kotamobagu. Total 17 korban dilarikan ke rumah sakit, dengan 8 orang di antaranya dinyatakan meninggal dunia. Hingga saat ini, 9 korban luka masih menjalani perawatan intensif.

Polisi Tetapkan Pembalap sebagai Tersangka Potensial

Kapolda Sulut, Irjen Roycke Langie, menyatakan bahwa kasus ini akan ditarik ke Polda Sulawesi Utara untuk penanganan yang lebih transparan. Ia menegaskan bahwa pembalap Tian Ngantung berpotensi besar menjadi tersangka.

“Kasus ini masih berproses, semua berpotensi jadi tersangka, namanya praduga tak bersalah, tapi pengemudi itu sudah jelas besar potensinya jadi tersangka,” kata Roycke kepada wartawan.

Polisi telah memeriksa lima orang saksi, termasuk pembalap yang bersangkutan. Semua pihak terkait, termasuk panitia penyelenggara, akan dimintai keterangan untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan.

Aspek Keselamatan dalam Ajang Balap Jalanan

Insiden ini menyoroti pentingnya standar keselamatan dalam penyelenggaraan balapan di sirkuit non-permanen. Beberapa faktor yang perlu dievaluasi antara lain:

  • Pengamanan lintasan: Pagar pembatas harus memenuhi standar keselamatan yang mampu menahan benturan kendaraan berkecepatan tinggi.
  • Zona aman penonton: Area penonton harus dipisahkan dengan jarak yang cukup dari lintasan, serta dilengkapi pembatas yang kokoh.
  • Inspeksi kendaraan: Pemeriksaan teknis kendaraan sebelum balapan wajib dilakukan untuk meminimalkan risiko kegagalan mekanis.
  • Prosedur evakuasi: Tim medis dan jalur evakuasi harus disiapkan dengan baik untuk penanganan cepat jika terjadi insiden.

Kecelakaan ini menjadi pelajaran berharga bagi seluruh penyelenggara event otomotif di Indonesia agar lebih mengutamakan aspek keselamatan. Pemerintah daerah dan pihak berwenang perlu mengkaji ulang regulasi penyelenggaraan balapan jalanan untuk mencegah terulangnya tragedi serupa.

Kesimpulan

Kecelakaan maut di Drag Race Championship 2026 Kotamobagu merupakan tragedi yang mengejutkan publik. Dengan 8 korban jiwa, kasus ini tidak hanya menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban, tetapi juga menjadi momentum untuk memperbaiki standar keselamatan balapan di Indonesia. Polisi terus mengusut tuntas, dan pembalap Tian Ngantung berpotensi dijerat pasal pidana. Semoga kejadian ini menjadi pembelajaran agar ke depan tidak ada lagi korban jiwa dalam ajang otomotif.


Disadur dan diolah dari rujukan berita: detikcom (Lihat berita asli)

Bagikan Artikel Ini:
M

Maya Pertiwi

Penulis dan kontributor ahli di MesinKabar.