Daihatsu Catat Retensi 90%, Target 100%: Ini Strategi Purnajualnya
ADM catat retensi bengkel resmi 90%, target 100%. Simak strategi digitalisasi dan pelatihan teknisi yang mendorong loyalitas.
Drs. Hendra Gunawan
Wartawan / Kontributor Senior

Jakarta, KompasOtomotif – Loyalitas pemilik kendaraan Daihatsu terhadap bengkel resmi (dealer) menunjukkan tren positif. Angka retensi, atau persentase pemilik yang kembali melakukan perawatan berkala di bengkel resmi, kini menembus angka 90 persen. Angka ini menjadi bukti kepercayaan konsumen terhadap layanan purnajual yang diberikan oleh jaringan resmi Daihatsu.
Lonjakan Retensi dan Target Ambisius
PT Astra Daihatsu Motor (ADM) mencatat bahwa retensi pelanggan yang kembali ke bengkel resmi untuk servis berkala telah mencapai 90 persen. Capaian ini merupakan hasil dari berbagai upaya peningkatan kualitas layanan, mulai dari kecepatan pelayanan, ketersediaan suku cadang asli, hingga transparansi biaya. Tak berhenti di situ, ADM memasang target yang lebih tinggi, yaitu 100 persen retensi.
“Kami terus berupaya memberikan pengalaman terbaik bagi pelanggan. Target 100 persen retensi adalah komitmen kami untuk memastikan setiap pemilik Daihatsu merasa puas dan nyaman merawat kendaraannya di bengkel resmi,” ujar salah satu perwakilan ADM.
Strategi Purnajual yang Mendorong Retensi
Peningkatan retensi ini tidak terjadi secara instan. ADM menerapkan beberapa strategi kunci, antara lain:
- Digitalisasi Layanan: Melalui aplikasi dan website resmi, pelanggan dapat dengan mudah menjadwalkan servis, melihat riwayat perawatan, dan mendapatkan estimasi biaya secara transparan.
- Pelatihan Teknisi: Teknisi di bengkel resmi Daihatsu secara rutin mengikuti pelatihan untuk memastikan kemampuan mereka mengikuti perkembangan teknologi kendaraan terbaru, termasuk untuk model hybrid dan listrik.
- Program Khusus: ADM menawarkan berbagai program menarik, seperti paket servis berkala dengan harga terjangkau, diskon suku cadang, dan layanan antar-jemput kendaraan untuk meningkatkan kenyamanan pelanggan.
Dampak Positif bagi Konsumen dan Industri
Tingginya retensi ini tidak hanya menguntungkan ADM, tetapi juga konsumen. Dengan merawat kendaraan di bengkel resmi, pemilik memastikan bahwa kendaraannya selalu dalam kondisi prima, menggunakan suku cadang asli yang terjamin kualitasnya, dan memiliki riwayat perawatan yang jelas. Hal ini juga berdampak positif pada nilai jual kembali kendaraan di kemudian hari.
Dari sisi industri, capaian ini menunjukkan bahwa industri otomotif nasional, khususnya di segmen kendaraan penumpang, memiliki ekosistem purnajual yang sehat. Hal ini dapat menjadi contoh bagi merek lain untuk terus berinovasi dalam layanan purna jual.
Kesimpulan
Capaian retensi 90 persen dan target 100 persen menunjukkan dedikasi Daihatsu dalam memberikan layanan terbaik. Bagi pemilik Daihatsu, memanfaatkan bengkel resmi adalah investasi jangka panjang yang bijak untuk menjaga performa dan nilai kendaraan. Dengan terus berinovasi, bukan tidak mungkin target 100 persen akan segera tercapai.
Disadur & diolah dari rujukan berita: TribunNews.com (Lihat sumber asli)
Drs. Hendra Gunawan
Penulis dan kontributor ahli di MesinKabar.