Mitsubishi ASX VR-e: Kolaborasi dengan Foxtron untuk EV Pertama
Mitsubishi menggandeng Foxtron untuk melahirkan ASX VR-e, EV pertama yang akan dijual di Australia akhir 2026. Simak analisis teknologi dan spesifikasinya.
Maya Pertiwi
Wartawan / Kontributor Senior

Mitsubishi Umumkan Kehadiran EV Pertamanya di Australia
Mitsubishi Motors akhirnya mengonfirmasi bahwa mereka akan segera memasuki pasar mobil listrik (EV) di Australia dengan meluncurkan model terbaru bernama ASX VR-e 2027. Mobil ini dijadwalkan mulai dijual pada kuartal keempat tahun 2026, tepatnya antara Oktober hingga Desember. Kehadiran ASX VR-e ini menjadi langkah strategis Mitsubishi untuk mengejar ketertinggalannya di segmen kendaraan listrik yang semakin kompetitif.
Kolaborasi dengan Foxtron: Teknologi dari Foxconn
Salah satu fakta menarik dari ASX VR-e adalah bahwa mobil ini merupakan hasil pengembangan bersama dengan Foxtron, anak perusahaan manufaktur milik Foxconn yang dikenal sebagai produsen iPhone asal Taiwan. Di pasar Taiwan, mobil ini dijual dengan nama Foxtron Bria, namun untuk pasar Australia dan Selandia Baru, mobil ini diubah mereknya menjadi Mitsubishi dan telah melalui proses pengujian serta pengembangan lokal oleh para insinyur Jepang.
Kolaborasi ini menjadi bukti bahwa Mitsubishi serius dalam merambah era elektrifikasi dengan memanfaatkan teknologi dan kapasitas produksi dari mitra global. Meskipun demikian, Mitsubishi menegaskan bahwa ASX VR-e tidak memiliki kaitan teknis dengan model ASX bermesin bensin yang saat ini dijual di Australia. ASX bensin tersebut diproduksi oleh Renault di Spanyol, sementara ASX VR-e akan menjadi model yang sepenuhnya berbeda.
Spesifikasi dan Varian yang Ditawarkan
ASX VR-e akan tersedia dalam beberapa varian untuk pasar Australia, yaitu LS, Aspire, Exceed, dan GSR. Mobil ini diperkirakan akan hadir dengan dua pilihan konfigurasi drivetrain: rear-wheel drive (RWD) dengan satu motor listrik, atau all-wheel drive (AWD) dengan dua motor listrik. Sayangnya, detail spesifikasi seperti kapasitas baterai, tenaga, dan jarak tempuh belum diumumkan secara resmi.
Dari sisi desain, gambar eksterior yang telah dirilis menunjukkan bahwa ASX VR-e akan memiliki desain yang mirip dengan Foxtron Bria, dengan perubahan minimal di bagian depan. Logo Mitsubishi berukuran kecil akan menggantikan emblem Foxtron, serta terdapat tulisan 'Mitsubishi' di bagian depan. Desain lampu dengan empat garis serupa juga akan menjadi ciri khas di bagian belakang. Pelek alloy yang ditawarkan juga berbeda dari versi Foxtron, memberikan sentuhan eksklusif untuk pasar Australia.
Harga dan Posisi Pasar
Harga resmi ASX VR-e belum diumumkan, namun diperkirakan akan berada di kisaran 40.000 dolar Australia (sekitar Rp502,6 juta). Harga ini membuatnya bersaing langsung dengan mobil listrik asal Tiongkok seperti MG 4 dan BYD Dolphin. Menariknya, harga tersebut bisa jadi lebih murah dibandingkan ASX bermesin bensin yang saat ini dibanderol sekitar 37.700 dolar Australia (sekitar Rp464,9 juta) off the road. Hal ini menunjukkan bahwa Mitsubishi berusaha menawarkan EV dengan harga kompetitif untuk menarik konsumen.
Nama VR-e: Penghormatan untuk Galant VR-4
Nama VR-e sendiri memiliki makna historis bagi Mitsubishi. VR-e merupakan penghormatan untuk sedan sport Galant VR-4 yang diproduksi antara tahun 1987 hingga 2002. VR-4 sendiri merupakan singkatan dari Viscous Realtime 4WD, sistem penggerak semua roda mekanis yang terkenal pada zamannya. Namun, pada ASX VR-e modern, sistem AWD-nya menggunakan motor listrik ganda, bukan sistem mekanis tradisional.
Kesimpulan
Dengan hadirnya ASX VR-e, Mitsubishi menunjukkan komitmennya untuk berpartisipasi dalam transisi energi menuju kendaraan listrik. Meskipun masuk terlambat dibandingkan beberapa kompetitor, Mitsubishi membawa pengalaman dan reputasi merek yang kuat, serta dukungan teknologi dari Foxtron. Kehadiran EV ini di Australia pada akhir 2026 akan menjadi ujian bagi Mitsubishi untuk bersaing di segmen yang semakin ramai. Para penggemar otomotif tentu menantikan spesifikasi lengkap dan harga final dari ASX VR-e ini.
Disadur & diolah dari rujukan berita: TribunNews.com (Lihat sumber asli)
Maya Pertiwi
Penulis dan kontributor ahli di MesinKabar.